THE ENVIRONMENTALIST

Entries from December 2006

Polisi Lingkungan ?, Kenapa Tidak !

December 22nd, 2006 · No Comments

Benny SyahputraPenegakan hukum lingkungan di Indonesia sangatlah lemah. Bayangkan saja dari 1031 kasus illegal logging (penebangan liar) dijaring melalui operasi Wanalaga dan wana bahari 2001, tidak satu pun berhasil diproses di pengadilan. Kecuali tahun 2003, dari 15 kasus penangkapan kapal hanya satu yang berhasil diproses di pengadilan. Belum lagi kasus lingkungan lainnya seperti kasus kebakaran hutan atau pencemaran.

Bak menegakkan benang basah, demikian sulitnya penegakan hukum lingkungan di negeri ini. Berbagai upaya telah dilakukan melalui seminar lokakarya, kursus-kursus dan pelatihan tentang penegakan hukum lingkungan toh hasilnya belum juga maksimal. Padahal, isu penegakan hukum lingkungan sudah mulai didengungkan sejak 1989, bersamaan dengan peluncuran Program Kali Bersih (Prokasih) di Surabaya oleh Emil Salim waktu itu. Bahkan Presiden Soeharto mencanangkan tahun 1990 sebagai tahun penegakan hukum lingkungan.

(more…)

Tags: Wacana

Mengapa Harus Teknik Lingkungan ?

December 22nd, 2006 · No Comments

benny syahputraThe Environmentalist. Kecenderungan negara berkembang seperti di Indonesia, selalu lebih berorientasi pada penekanaan angka pengangguran, sehingga pembangunan di bidang industri dalam rangka membuka lapangan pekerjaan  menjadi prioritas utama. Kita tahu selama 20 tahun terakhir pembangunan ekonomi Indonesia mengarah kepada industrialisasi. Pada saat ini kurang lebih terdapat 30.000 industri yang beroperasi di Indonesia, dimana dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan. Banyaknya industri di Indonesia memberikan masalah baru, yaitu adanya limbah cair, padat, dan gas. Disatu sisi Indonesia berkeinginan mengurangi angka pengangguran tetapi disisi lain Indonesia dihadapkan pada masalah besar berupa pencemaran lingkungan. Kenyataan ini masih kita rasakan sampai saat ini, ternyata keuntungan yang didapatkan dari banyaknya industri yang berkembangan di Indonesia masih jauh lebih kecil dari kerugian yang diderita oleh Indonesia dalam upaya recovery lingkungan Indonesia yang semakin memburuk, atau dengan kata lain Indonesia saat ini sedang bangkrut !!.   Permasalahan lingkungan hidup telah menjadi suatu penyakit  kronis yang dirasa sangat sulit untuk disembuhkan. Padahal permasalahan lingkungan hidup yang selama ini terjadi di Indonesia disebabkan paradigma pembangunan yang mementingkan pertumbuhan ekonomi dan mengabaikan faktor lingkungan yang dianggap sebagai penghambat pembangunan.  Walaupun kesadaran lingkungan mulai tumbuh dari berbagai kalangan. Sebut saja dari pengusaha, LSM, masyarakat, individu, maupun dari kalangan akademisi, tetapi kondisi pencemaran lingkungan belum juga kunjung pulih. Fakta mengatakan bahwa  para pengusaha, LSM, masyarakat, individu, maupun dari kalangan akademisi belum sepenuhnya tahu tentang  Pengelolaan dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan yang baik ! 

(more…)

Tags: Wacana

Tangki Sedimentasi Pada IPAL dan IPAM

December 20th, 2006 · No Comments

sedimenatasi.jpgSedimentasi adalah pemisahan padatan dan cairan (solid-liquid) dengan menggunakan gaya gravitasi untuk mengendapkan partikel suspensi, baik dalam pengolahan air bersih (IPAM), maupun dalam pengolahan air limbah (IPAL). Ada empat kelas atau jenis pengendapan partikel  secara umum yang didasarkan pada konsentrasi dari  partikel  yang saling berhubungan. Kriteria ini secara langsung mempengaruhi konstruksi dan disain sedimentasi. Empat jenis Pengendapan tersebut adalah :Masing-Masing  terjadi pada pengolahan air bersih maupun pengolahan air limbah. Pertama adalah Discrete settling adalah pengendapan yang memerlukan   konsentrasi suspended solid yang paling rendah, sehingga analisisnya  menjadi yang paling sederhana. Di dalam Discrete settling, partikel  secara  individu mengendap dengan bebas dan tidak mengganggu atau tidak mencampuri pengendapan dari partikel lainnya. Contoh aplikasi dari Discrete settling adalah grit chambers. Jenis pengendapan kedua adalah flocculant settling. Pada flocculant settling inilah konsentrasi partikel cukup tinggi terjadi pada  penggumpalan (agglomeration). Peningkatan rata-rata massa partikel ini menyebabkan partikel  karam lebih cepat. Flocculant settling banyak digunakan pada primary clarifier primary_tank.gifJenis yang ketiga  adalah Hindred Settling. Di dalam Hindred Settling, atau Zone Settling, konsentrasi partikel adalah tidak terlalu tinggi (cukup) kemudian partikel  bercampur dengan   partikel    lainnya dan kemudian mereka karam bersama-sama. Hindred Settling sebagian besar digunakan di dalam secondary clarifiers. Jenis terakhir adalah Compression Settling. Compression Settling berada pada konsentrasi yang paling tinggi pada suspended solid dan terjadi pada jangkauan yang paling rendah dari clarifiers. Pengendapan partikel dengan cara memampatkan (compressing) massa partikel dari  bawah. Tekanan (compression) terjadi tidak hanya di dalam zone yang paling rendah dari secondary clarifiers tetapi juga di dalam tangki sludge thickening. Secara aktual sedimentasi terdiri dari rectangular dan circular. Bak single-rectangular  akan  lebih ekonomis dibandingkan dengan bak circular pada ukuran yang sama; bagaimanapun, jika banyak tangki diperlukan, unit rectangular dapat dibangun dengan dinding pada umumnya dan menjadi yang paling hemat.

Tags: Teknologi Terapan

Proses Lumpur Aktif Dengan Aerasi Oksigen Murni

December 18th, 2006 · 8 Comments

Teknik Pengolahan air limbah banyak ragamnya. Salah satu dari teknik Air limbah adalahaeration tanks proses lumpur aktif dengan aerasi oksigen murni. Pengolahan ini termasuk pengolahan biologi, karena menggunakan bantuan mikroorganisma pada proses pengolahannya. Cara Kerja alat ini adalah sebagai berikut : Air limbah setelah dilakukan penyaringan dan equalisasi dimasukkan kedalam bak pengendap awal untuk menurunkan suspended solid. Air limpasan dari bak pengendap awal dialirkan ke kolam aerasi melalui satu pipa dan dihembus dengan udara sehingga mikroorganisma bekerja menguraikan bahan organik yang ada di air limbah. Dari bak bak aerasi air limbah dialirkan ke bak pengendap akhir, lumpur diendapkan, sebagian lumpur dikembalikan ke kolam aerasi.  Keuntungannya :1. daya larut oksigen dalam air limbah lebih besar; 2. efisiensi proses lebih tinggi; dan 3. cocok untuk pengolahan air limbah dengan debit  kecil untuk polutan organik yang susah terdegradasi

Tags: Teknologi Terapan

KPMM Fakultas Teknik UNISSULA Memang Oke !!

December 18th, 2006 · 1 Comment

bergas lorKuliah Pengabdian  Masyarakat Mahasiswa (KPMM) Fakultas Teknik Unissula di Kecamatan Bergas yang diadakan pada tanggal 7-27 Desember 2007 yang lalu ternyata memang Oke. Perjalanan saya ke salah satu lokasi di kelurahan Bergas Lor, Bergas Kidul dan Ngempon ternyata banyak suka dukanya. Selaku dosen pembimbing lapangan (DPL) sudah menjadi suatu kewajiban mengunjungi mahasiswa bimbingannya. Lokasi Bergas Lor adalah lokasi yang pertama kali saya kunjungi. Anehnya ketika saya berkunjung, banyak diantara temannya tidak ada ditempat alias pulang tanpa sepengetahuan kordes, akhirnya tanpa basa-basi kordes dan berikut teman-temannya itu mendapat kartu merah. Di lokasi ini kurang lebih satu jam saya memberikan wejangan kepada mahasiswa.

(more…)

Tags: Buku Harian