December 14th, 2006 · 4 Comments
Phyto asal kata Yunani/greek phyton yang berarti tumbuhan/tanaman (plant), remediation asal kata Latin remediare (to remedy) yaitu memperbaiki/ menyembuhkan atau membersihkan sesuatu. Jadi fitoremediasi (phytoremediation) merupakan suatu sistim dimana tanaman tertentu yang bekerjasama dengan micro-organisme dalam media (tanah, koral dan air) dapat mengubah zat kontaminan (pencemar/polutan) menjadi kurang atau tidak berbahaya bahkan menjadi bahan yang berguna secara ekonomi.
Konsep mengolah air limbah dengan menggunakan media tanaman atau lebih populer disebut “fitoremediasi” telah lama dikenal oleh manusia, bahkan digunakan juga untuk mengolah limbah berbahaya (B3) atau untuk limbah radioaktif. Beberapa majalah dan jurnal ilmiah di beberapa negara telah pula membahas dengan detail bagaimana proses remediasi ini dapat menolong manusia untuk memecahkan problem lingkungannya.
Jenis-jenis tanaman yang sering digunakan di Fitoremediasi adalah; Anturium Merah/Kuning, Alamanda Kuning/Ungu, Akar Wangi, Bambu Air, Cana Presiden Merah/Kuning/Putih, Dahlia, Dracenia Merah/Hijau, Heleconia Kuning/Merah, Jaka, Keladi Loreng/Sente/Hitam, Kenyeri Merah/Putih, Lotus Kuning/Merah, Onje Merah, Pacing Merah/Putih, Padi-padian, Papirus, Pisang Mas, Ponaderia, Sempol Merah/Putih, Spider Lili, dll.
Tags: Lingkungan
Selama 20 tahun terakhir Pembangunan ekonomi Indonesia mengarah kepada
industrialisasi. Pada saat ini tidak kurang terdapat 30.000 industri yang beroperasi di Indonesia yang mana dari tahunke tahun menunjukkan peningkatan. Tak dapat dihindari, dampak ikutan dari industrialisasi ini adalah juga terjadinya peningkatan pencemaran yang dihasilkan dari proses produksi industri. Pencemaran air, udara, tanah dan pembuangan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) nerupakan persoalan yang harus dihadapi oleh komunitas-komunitas yang tinggal di sekitar kawasan industri.
Bukan rahasia lagi, bahwa sektor ini telah membawa akibat buruk terhadap lingkungan dan manusia. Sejak awal berdiri, sektor ini seringkali sudah menimbulkan masalah, misalnya, lokasi pabrik yang dekat dengan pemukiman penduduk, pembebasan tanah yang bermasalah, tidak dilibatkannya masyarakat dalam kebijakan ini, buruknya kualitas AMDAL, sering tidak adanya pengolahan limbah, dan lain sebagainya.
Dampak lainnya yang timbul adalah polusi udara, polusi air, kebisingan, dan sampah. Semua dampak tersebut menjadi faktor utama penyebab kerentanan yang terjadi dalam masyarakat. Kehidupan masyarakat menjadi tambah rentan karena buruknya kualitas lingkungan.
Mengapa Polusi Bisa Terjadi?
Polusi industri bisa terjadi karena beberapa faktor di antaranya adalah karena adanya tumpang tindih kebijakan sehingga menyebabkan satu kebijakan tidak mendukung kebijakan lainnya, perencanaan tata kota yang tidak sesuai, penegakan hukum yang lemah, dan kurangnya fasilitas untuk publik. Faktor- faktor ini menambah beban bagi rakyat. Kondisi kehidupan rakyat semakin terpuruk karena krisis ekonomi dan politik hingga sekarang.
Tags: Lingkungan
Tak pernah dibayangkan sebelumnya, semburan lumpur panas yang bersuhu 60 derajat celsius itu menyembur tanpa pandang bulu, lumpur panas itu tanpa mengenal ideologi apapun, kaya maupun miskin, kyai maupun pendeta, tua maupun muda, bahkan anak-anak pun turut kehilangan masa depannya.
Lumpur panas itu menggenangi sawah, perkebunan, tambak, permukiman, sekolah, rumah ibadah, pabrik dan industri manufaktur lainnya. Petani, buruh, pedagang kecil, dan masyarakat berpenghasilan rendah, yang tinggal dan bekerja di sekitar wilayah tersebut, terpaksa harus berhijrah.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, total jumlah rumah yang terendam sudah 744 rumah. Saluran drainase dan jaringan air minum yang rusak masing-masing sekitar 4,5 kilometer dan 1,7 kilometer. Lahan tanaman padi yang terendam lumpur 126 hektar dan lahan tebu 17 hektar. Saluran irigasi yang rusak atau tersedimentasi Lumpur sekitar 13 kilometer (Kompas, 17 Juli 2006).
Tags: Lingkungan
December 14th, 2006 · 3 Comments
Adalah unit operasi yang pertama-tama dijumpai dalam bangunan pengolahan air limbah.
Saringan ini pada prinsipnya adalah suatu peralatan dengan bukaan, yang biasanya seragam dalam ukurannya, dan digunakan untuk menahan benda-benda kasar yang terdapat dalam air limbah. Prinsip dasar dilakukannya penyaringan benda kasar (coarse screen) adalah : a. Menjaga agar tidak terjadi kerusakan pada peralatan; b. Mengurangi kemungkinan pengolahan air limbah yang kurang efektif; c. Menghindari terjadinya kontaminasi pada jalan air. Sedangkan pada penyaringan benda halus (fine screen) bertujuan untuk : a. Melindungi proses peralatan atau, b· Menghilangkan material yang menghambat penggunaan kembali biosolid.
(more…)
Tags: Teknologi Terapan
Prinsip kerja aerasi adalah penambahan oksigen ke dalam air, sehingga oksigen terlarut di dalam air akan semakin tinggi. Aerasi termasuk pengolahan secara fisika, karena lebih mengutamakan unsur mekanisasi dari pada unsur biologi. Prinsip kerjanya adalah membuat kontak antara air dan oksigen. Banyak teknologi yang telah diterapkan oleh para ahli, mulai dari yang sederhana sampai yang paling canggih. Contoh aerasi dapat dilihat pada gambar di atas. Aerasi dengan cara cascade, multiple tray aerator, blower, trickling filter, dan lain-lain adalah beberapa contoh dari teknologi aerasi.
Tags: Teknologi Terapan