THE ENVIRONMENTALIST

Mengapa Harus Teknik Lingkungan ?

December 22, 2006 · No Comments

benny syahputraThe Environmentalist. Kecenderungan negara berkembang seperti di Indonesia, selalu lebih berorientasi pada penekanaan angka pengangguran, sehingga pembangunan di bidang industri dalam rangka membuka lapangan pekerjaan  menjadi prioritas utama. Kita tahu selama 20 tahun terakhir pembangunan ekonomi Indonesia mengarah kepada industrialisasi. Pada saat ini kurang lebih terdapat 30.000 industri yang beroperasi di Indonesia, dimana dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan. Banyaknya industri di Indonesia memberikan masalah baru, yaitu adanya limbah cair, padat, dan gas. Disatu sisi Indonesia berkeinginan mengurangi angka pengangguran tetapi disisi lain Indonesia dihadapkan pada masalah besar berupa pencemaran lingkungan. Kenyataan ini masih kita rasakan sampai saat ini, ternyata keuntungan yang didapatkan dari banyaknya industri yang berkembangan di Indonesia masih jauh lebih kecil dari kerugian yang diderita oleh Indonesia dalam upaya recovery lingkungan Indonesia yang semakin memburuk, atau dengan kata lain Indonesia saat ini sedang bangkrut !!.   Permasalahan lingkungan hidup telah menjadi suatu penyakit  kronis yang dirasa sangat sulit untuk disembuhkan. Padahal permasalahan lingkungan hidup yang selama ini terjadi di Indonesia disebabkan paradigma pembangunan yang mementingkan pertumbuhan ekonomi dan mengabaikan faktor lingkungan yang dianggap sebagai penghambat pembangunan.  Walaupun kesadaran lingkungan mulai tumbuh dari berbagai kalangan. Sebut saja dari pengusaha, LSM, masyarakat, individu, maupun dari kalangan akademisi, tetapi kondisi pencemaran lingkungan belum juga kunjung pulih. Fakta mengatakan bahwa  para pengusaha, LSM, masyarakat, individu, maupun dari kalangan akademisi belum sepenuhnya tahu tentang  Pengelolaan dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan yang baik ! 

Bagaimana Solusinya ?

Tuntutan adanya inovasi baru untuk mengimbangi laju pembangunan dan era globalisasi maka peran sumber daya manusia yang berkualitas masih kurang memadai. Hingga saat ini tenaga Ahli Teknik Lingkungan masih sangat terbatas. Menurut seorang ahli WHO Dr Reyes, bahwa di Indonesia, idealnya dibutuhkan tenaga ahli lingkungan dengan rasio 1 sarjana 5000 penduduk. Kenyataannya, pada tahun 1997 Sarjana Teknik Lingkungan yang dihasilkan dari perguruan tinggi (swasta dan negeri) baru mencapai angka sekitar 2000 sarjana, sehingga dari jumlah masih cukup jauh dari cukup dan apabila ditambah dengan era globalisasi dan perdagangan bebas, yakni semakin terbukanya tenaga ahli asing memasuki bursa tenaga kerja di Indonesia maka tenaga ahli kita akan menghadapi tantangan yang cukup berat. Trend menunjukkan adanya kecenderungan permintaan akan Sarjana Teknik Lingkungan dari tahun ke tahun semakin meningkat. Sebut saja dari : BAPEDALDA, PDAM, Departeman Kelautan dan Perikanan, Pertamina, Dept. Pertambangan & Energi,  Kementerian Lingkungan Hidup, Dept. Pekerjaan Umum, Dept. Kesehatan,  Dept. Pertanian,  Dept. Perindustrian & Perdagangan Dept. Dalam Negeri, Dept. Kehutanan, Konsultan, Pabrik-pabrik penghasil limbah seluruh Indonesia, dan lain-lain.

 Kemana Anda Menimba Ilmu Teknik Lingkungan ?

Fakultas Teknik Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Jurusan Teknik Lingkungan siap memberikan jawaban atas permasalah di atas.  Staf pengajar terdiri dari Master (S-2) dan Doktor (S-3) yang   berpengalaman.

Categories: Wacana

Create a free edublog to get your own comment avatar (and more!)



0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below..

Leave a Comment

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image