THE ENVIRONMENTALIST

PDAM …OOH…PDAM

January 8, 2007 · 2 Comments




The Environmentalist. Judul di atas merupakan ungkapan belas kasihan, iba ataupun sejenisnya. Sudah jatuh masih tertimpa tangga lagi, ini namanya apes alias sial. Pasalnya Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sangat identik dengan Perusahan Daerah Amat banyak Masalahnya atau dengan kata lain Perusahaan yang selalu berkecimpung dengan rugi sana sini. Saat ini PERPAMSI (Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia) beranggotakan 300 lebih PDAM, dari sekian banyak anggotanya tersebut tercatat hanya sekitar 30 % nya saja yang sehat, sedangkan 70 % dalam kondisi kronis bahkan ada yang mendekati sakaratul maut. Beberapa permasalahan yang sering kali menghantui kinerja PDAM diantaranya adalah :

  • Conflict of interest antara PDAM dengan Industri mengenai hak penguasahan air (HPA), atau dengan pertanian yang digunakan sebagai air irigasi, atau dengan Perusaan Air Minum Dalam Kemasan (PAMDK), atau bahkan konflik dengan masyarakat seperti yang terjadi di Purwakarta beberapa tahun lalu dimana masyarakat yang mayoritas petani pada daerah tersebut berkeinginan agar air baku yang digunakan oleh PDAM setempat juga bisa mengairi sawah-sawah mereka.

  • Kebocoran air (Unaccounted for Water). Masalah ini termasuk masalah klasik bagi PDAM, bisa dikatakan tidak ada satupun PDAM di negeri kita bebas dari penyakit yang satu ini. Bahkan seperti Kota Jakarta kebocoran air bisa mencapai angka 50 % lebih (lihat ulasannya di dalam “Kebocoran Air Berarti Kebocoran Uang”)
  • Pelayanan yang kurang baik. Ini merupakan akumulasi dari sekian banyak penyakit yang ada di tubuh PDAM, termasuk di dalamnya akibat kebocoran air yang menyebabkan tekanan air pada pipa pelanggan menjadi berkurang, sehingga seringkali di dapati rumah-rumah penduduk tidak mendapatkan air dengan debit yang cukup.
  • Kurang adanya pemeliharaan terhadap fasilitas-fasilitas PDAM. Pada daerah yang padat penduduknya seperti Jakarta, Surabaya, Medan, dan juga Semarang banyak dijumpai masalah korosif pada pipa talang maupun shipon yang dapat menimbulkan ekses buruk terhadap kualitas air PDAM.
  • Sumber air baku yang sangat buruk kualitasnya. Jenis Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) selalu mengikuti kualitas air bakunya, artinya semakin baik kualitas air bakunya, maka semakin sederhana jenis IPAMnya atau bahkan tidak ada pengolahan sama sekali. Syarat wajib berdirinya PDAM haruslah mempunyai cadangan sumber air baku yang memadahi, kenyataannya kita jumpai air permukaan seperti sungai sangat jauh dibawah layak, ini berarti PDAM mempunyai tugas berat dalam mengolah air baku menjadi air yang layak dikonsumsi oleh masyarakat dengan peralatan serta fasilitas yang memadahi yang notabene menjadi ekonomi biaya tinggi.
  • Sumberdaya manusia (SDM) yang kurang qualified  dalam menangani kasus-kasus kerusakan jaringan pipa.
  • Utang yang sangat besar. Hal ini bisa kita amati kejadian beberapa tahun yang lalu dimana Perpamsi mendesak pemerintah untuk take over seluruh pinjamannya yang mencapai Rp. 4,1 triliun.
  • Dan lain-lain. 

Dengan sederet masalah di atas, maka jangan terlalu berharap bahwa kita mendapat pelayanan yang baik oleh PDAM, bagi sebagian orang mendapat air yang lancar saja sudah syukur, sekalipun harus membayar bulanan yang relatif tinggi. Beberapa usulan yang harus dipertimbangkan bagi Pemerintah baik pusat maupun daerah dalam mengambil keputusannya adalah :

  • Hindari ekonomi biaya tinggi dengan mengenali potensi sumberdaya yang ada. Kalau tidak memiliki potensi tersebut  maka disarankan PDAM bisa ditutup lebih awal.
  • Hindari jabatan politis di dalam pemelihan jajaran Direktur PDAM, pasalnya banyak kasus dijumpai  pemilihan Direktur PDAM sarat dengan unsur politis yang notabene tidak memperhatikan the right man in the right place.
  • Hindari terlalu sering menggunakan tenaga konsultan dalam menangani bebarapa kasus yang ada di tubuh PDAM dengan cara memberdayakan SDM yang telah ada.
  • Pangkas seluruh aktifitas yang inefisien, dengan menerapkan skala prioritas termasuk didalamnya pengurangan tenaga kerja yang tidak produktif. 

    Selamat berjuang PDAM….

Categories: Wacana

Create a free edublog to get your own comment avatar (and more!)



2 responses so far ↓

  •   Agung Simbolon // Mar 21st 2007 at 11:59 am

    Hallo, Pa. Benny
    saya Agung, Mahasiswa Jurusan Arsitektur dari Bandung
    yang sedang menjalankan tugas akhir. Tugas Akhir saya
    adalah membuat sebuah Kantor PDAM berikut Pengolahan
    Air-nya.
    Ketika saya mencarai referensi dari internet, saya
    melihat web ini, dan ingin mengajukan beberapa
    pertanyaan seputar PDAM.

    1. alat-alat apa saja yang dibutuhkan untuk pengolahan
    air bersih, dan berapa besar ruangan minimal yang
    dibutuhkan untuk alat-alat tersebut ? (Untuk
    perencanaan ruang-ruang)
    2. Apakah sumber pengolahan air bersih (air
    sungai)dapat dipeoleh dari jarak sejauh 2km? jarak
    dari lokasi pengolahan ke PDAM.
    3. Web-site yang menunjang tentang informasi seputar
    pengolahan air bersih.

    Untuk waktunya saya ucapkan terimakasih.

    Agung Samuel Simbolon.

  •   bennysyah // Mar 26th 2007 at 12:31 pm

    Tunggu pemabahasan khusus tentang hal itu !

Leave a Comment

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image