THE ENVIRONMENTALIST

Berkenalan Dengan Program WaterNet

January 11th, 2007 · 6 Comments

The Environmentalist. Bagi seorang design engineer merencanakan dan merancang jaringan pipa distribusi air bersih dengan cepat dan akurat adalah sebuah kebutuhan. Betapa tidak !, sebuah jaringan pipa distribusi air bersih skala besar yang secara manual digarap oleh puluhan orang dengan jangka waktu yang lama, sekarang malah justru hanya digarap oleh seorang saja dalam waktu yang relatif singkat. Anda bisa bayangkan sebuah jaringan distribusi melingkar (gridiron distribution system) yang diselesaikan dengan metode Hardy Cross berapa lama waktu yang dibutuhkan?. Sangat lama bukan ?. Beberapa program seperti Epanet, Watercat, dan semisalnya adalah program yang mewujudkan impian tersebut. Tetapi kadangkala user dihadapkan pada kendala bahasa yang seringkali menjadi penghambat dalam mengeksplor program tersebut.

waternet.jpg

Dr. Radianta Triatmadja (Dosen Teknik Sipil UGM) merancang software Perencanaan dan Operasional  Jaringan Air Minum yang bernama WaterNet. Program ini sangat atraktif, dan dirancang dalam bahasa Indonesia sehingga user mampu berkomunikasi dengan baik sekalipun user tersebut mempunyai pengetahuan mekanika fluida yang sangat terbatas. Untuk menjalankan program ini, WaterNet membutuhkan minimum kelengkapan berikut untuk dapat dioperasikan dengan baik, yaitu :

  • Operating System Microsoft Wndows 98 atau Microsoft Windows setelah Windows 98
  • Prosesor Pentium I
  • Memori eksternal 16 MB
  • Hard disk 20 MB
  • CDROM dengan kecepatan 24X
  • Resolusi 800 x 600 dengan 256 warna

(more…)

Tags: Lain-Lain

Menjernihkan Air Dengan Biji Kelor

January 11th, 2007 · No Comments

kelor.jpgThe Environmentalist. Penjernihan air dengan biji kelor (Moringa Oleifera) dapat dikatakan penjernihan air dengan bahan kimia, karena tumbukan halus biji kelor dapat menyebabkan terjadinya gumpalan (koagulan) pada kotoran yang terkandung dalam air. Cara penjernihan ini sangat mudah dan dapat digunakan di daerah pedesaan yang banyak tumbuh pohon kelor. Bentuk daun, bunga, dan buah kelor dapat dilihat pada Gambar.

PEMBUATAN :

  1. Kupas biji kelor dan bersihkan kulitnya.
  2. Biji yang sudah bersih dibungkus dengan kain, kemudian ditumbuk sampai halus betul. Penumbukan yang kurang halus dapat menyebabkan kurang sempurnanya proses penggumpalan.
  3. Campur tumbukkan biji kelor dengan air keruh dengan perbandingan 1 biji : 1 lt air keruh.
  4. Campur tumbukkan biji kelor dengan sedikit air sampai berbentuk pasta.
    Masukkan pasta biji kelor ke dalam air kemudian diaduk.
  5. Aduklah secara cepat 30 detik, dengan kecepatan 55-60 putaran/menit.
  6. Kemudian aduk lagi secara berlahan dan beraturan selama 5 menit dengan kecepatan 15-20 putaran/menit.
  7. Setelah dilakukan pengadukan, air diendapkan selama 1-2 jam. Makin lama waktu pengendapan makin jernih air yang diperoleh.
  8. Pisahkan air yang jernih dari endapan. Pemisahan harus dilakukan dengan hati-hati agar endapan tidak naik lagi.

  9. Pada dasar bak pengendapan diberi kran yang dapat dibuka, sehingga endapan dapat dikeluarkan bersama-sama dengan air kotor.

KEUNTUNGAN :

  1. Caranya sangat mudah
  2. Tidak berbahaya bagi kesehatan
  3. Dapat menjernihkan air lumpur, maupun air keruh (keputih-putihan, kekuning-kuningan atau ke abu-abuan)
  4. Kualitas air lebih baik : kuman berkurang;  zat organik berkurang sehingga pencemaran kembali berkurang; dan air lebih cepat mendidih

KERUGIAN :

  1. Kelor tidak terdapat disemua daerah
  2. Air hasil penjernihan dengan kelor harus segera digunakan dan tidak dapat disimpan untuk hari berikutnya.
  3. Penjernihan dengan cara ini hanya untuk skala kecil.

Selamat Mencoba !, Apakah anda punya ide baru ? silahkan berikan komentar anda disini !

Tags: Teknologi Terapan