THE ENVIRONMENTALIST

Penyuluhan Air Bersih di Desa Kunir, Kab. Demak

January 15th, 2007 · No Comments

The Environmentalist. Penyuluhan di Desa KunirLembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) pada tanggal 27 Desember 2005 mengadakan penyuluhan tentang air bersih di Desa Kunir, Kecamatan Dempet Kabupaten Demak. Acara ini merupakan penyuluhan rutin yang dilakukan oleh masing-masing fakultas di lingkungan Unissula. Mengingat Desa Dempet merupakan desa binaan LPM Unissula selama 3 tahun. Tanggal 27 Desember 2005 adalah kesempatan yang diberikan LPM Unissula kepada Fakultas Teknik untuk memberikan penyuluhannya. Penyuluhan tersebut mengangkat kasus yang sedang terjadi di daerah tersebut, yaitu kualitas air bersih yang tidak jernih, berbau, dan berwarna. Dari Fakultas Teknik yang memberikan penyuluhan adalah Benny Syahputra, ST. M.Si. Penyuluhan ini disertai dengan tanya jawab oleh para peserta yang kebetulan adalah ibu-ibu PKK. “Kalau bisa desa kami juga diberikan alat itu juga pak ” begitu salah seorang ibu bertanya. Alat penjernih air tersebut di rancang oleh penulis (Benny Syahputra) yang diberikan oleh LPM Unissula  kepada Desa Kunir, alat tersebut sebetulnya adalah sebagai pilot project yang nantinya dapat dicontoh oleh desa lain disekitar Desa Kunir.

alat penyaringanPenjelasan demi penjelasan diberikan oleh penulis, dengan melihat ekspresi ibu-ibu yang mengangguk-ngangguk menandakan ibu-ibu tersebut telah mengerti, akhirnya diadakan demo penjernihan air. Air yang dijernihkan adalah air comberan yang berbau dau berwarna dan tidak jernih, setelah dilakukan pengolahan dengan alat filtrasi, maka kelihatan hasilnya menjadi air yang jernih. Penulis membandingkan air hasil olahan dengan air minum dalam kemasan, ternyata tidak jauh berbeda. Selamat mencoba ibu-ibu, semoga alatnya dirawat terus dan bermanfaat untuk orang banyak. Gambar di atas adalah prototif alat penjernihan air yang diberikan kepada Desa Kunir, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak.

Tags: Buku Harian

Penyuluhan Air Limbah di Kec. Bergas Kab. Semarang

January 15th, 2007 · No Comments

Penyuluhan di Kec. Bergas SemarangThe Environmentalist. Fakultas Teknik Unissula mengadakan penyuluhan pada tanggal 27 Desember 2006 di Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang Jawa tengah. Acara ini diadakan berkaitan dengan penarikan mahasiswa KPMM (Kuliah Pengabdian Masyarakat Mahasiswa) yang pada saat itu telah selesai masa KPMM yang dimulai sejak tanggal 7 Desember 2006. Penyuluhan mengangkat tema Pengembangan Wilayah Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang dan Upaya Mengatasi Air Limbah Pabrik Industri, dengan pemberi penyuluhan Benny Syahputra, ST. M.Si dan Moch. Rosul S.Si. M.Si. Hadir pada acara tersebut segenap Muspida Kabupaten Bergas. Mengingat acara tersebut lebih banyak difokuskan kepada industri yang ada di Kecamatan Bergas dalam upaya mengatasi limbahnya, maka Camat Bergas Ibu Dra. Retno Widorini, MM mengundang industriwan untuk hadir mendengarkan penyuluhan tersebut, tetapi sayangnya peserta dari industri tersebut tidak ada satupun yang hadir hingga acara berakhir.

Acara tetap berlangsung sekalipun tidak dihadiri oleh para industriwan yang pada saat itu mungkin merasa takut kalau industrinya selama ini tidak melakukan pengolahan limbah dengan baik. Acara tersebut sebetulnya bukanlah menghakimi mereka, tetapi lebih banyak memberikan solusi tentang kiat-kiat mengatasi limbah industri beserta regulasi yang mengatur tentang hal itu. Penulis (Benny Syahputra) menyampaikan lebih awal penyuluhannya selama kurang lebih satu jam, kemudian dilanjutkan oleh  penyuluh berikutnya. Penulis menyadari benar, bahwa ada beberapa aspek yang menghambat penerapan teknologi pengolahan air limbah diantaranya adalah aspek sosial, ekonomi dan teknologi.

Aspek Sosial :

  • Pengetahuan yang rendah
  • Kesadaran yang rendah
  • Perasaan terganggu tanahnya digunakan
  • Letak pabrik yang dekat dengan sungai
  • Rutinitas Kegiatan industri
  • Kecemburuan sosial sesama perusahaan

Aspek Ekonomi :

  • Mahalnya pembuatan unit pengolahan air limbah

Aspek Teknologi :

  • Tanah pekarangan yang sempit
  • Konstruksi yang harus kuat
  • Debit air limbah fluktuatif
  • Permukaan air tanah yang dangkal
  • Tidak berada dalam areal industri

(Lebih lengkapnya slide penyuluhan penulis dapat di Download Disini) 

Tags: Buku Harian