February 16th, 2007 · 3 Comments
The Environmentalist. Umumnya kita akan beranggapan seperti judul di atas, kita akan merasa sangat kawatir, takut, atau semacamnya apabila rumah kita berdekatan dengan sungai yang notobene sudah tercemar. Perlu kita sadari bahwa hampir semua sungai yang ada di Indonesia seluruhnya tercemar, dan tidak pernah kita jumpai sungai-sungai yang terbebas dari buangan industri maupun domestik. Sebenarnya sungai yang tercemar oleh limbah industri maupun domestik belum tentu akan mencemari sumur-sumur penduduk yang berada disekitarnya, pasalnya jenis sungai berpengaruh terhadap tercemar atau tidaknya sumur-sumur penduduk.
Jenis Sungai Berdasarkan Kontribusinya Terhadap Air Tanah
Berdasarkan kontribusinya terhadap air tanah, maka sungai dapat dibedakan menjadi 2 macam:
- Sungai effluent (Effluent Stream). Jenis sungai ini adalah jenis sungai yang tidak mencemari sumur-sumur penduduk, pasalnya sungai ini mendapat imbuhan dari air tanah disekitarnya. Atau dengan kata lain, sumur-sumur penduduk yang berada di sekitar sungai malah justru memberikan airnya ke sungai tersebut (lihat gambar di atas). Jenis sungai ini adalah permukan air sungai lebih rendah daripada permukaan air tanah (water table)
- Sungai Inffluent (Influent Stream). Sedangkan sungai influent adalah sungai mencemari sumur-sumur penduduk, karena sungai ini memberikan kontribusi/imbuhan kepada sumur-sumur disekitarnya. Atau dengan kata lain permukaan air sungai lebih tinggi daripada permukaan air tanah (water table).
Bagaimana Cara Mengetahui Sumur Kita Tercemar Atau Tidak ?
Cara yang paling gampang adalah dengan melihat kedalaman sumur kita (diukur dari permukaan air sungai hingga permukaan tanah), kemudian dibandingkan dengan kedalaman sungai yang berada didekatnya. Untuk mengukur kedalaman sungai caranya sama dengan mengukur kedalaman sumur yaitu diukur mulai dari permukaan air sungai hingga permukaan tanah. Apabila diketahui kedalaman sumur lebih dalam daripada sungai, maka sumur-sumur penduduk berpotensi akan terkontaminasi oleh sungai. tetapi sebaliknya apabila kedalaman sumur penduduk lebih rendah dari kedalaman sungai, maka sumur-sumur tersebut aman dari kontaminasi sungai-sungai tersebut.
Selamat Mencoba, Perhatikan Sumur-sumur Anda!
Tags: Lingkungan · Wacana
The Environmentalist. Siapa yang tidak ingin mengkonsumsi air yang sehat?, pastilah kita semua menginginkannya. Masalahnya apakah selama ini kita tahu bahwa air yang kita konsumsi sehat atau tidak ?, jawabannya serentak kita akan mengatakan ”tidak tahu”. Air yang secara kasat mata jernih belum tentu menghasilkan air yang sehat, kadangkala di dalam kandungan air tersebut terdapat kandungan zat yang berbahaya bagi kesehatan, apalagi zat tersebut melebihi ambang batas yang telah ditetapkan.
Air yang sehat dapat dideteksi secara lengkap melalui laboratorium. Tetapi bagi kebanyakan kita menginginkan hal-hal yang sifatnya praktis, ekonomis dan tidak bertele-tele alias gampang dan mudah. Umumnya kandungan yang sering terdapat dalam air adalah besi (Fe) dan mangan (Mn), kita akan kebingungan bagaimana caranya mendeteksi air yang kita konsumsi mengandung besi atau tidak ?.
Pengaruh Besi (Fe) bagi Kesehatan
Berdasarkan Permenkes No: 416/MENKES/PER/IX/1990 yakni kandungan maksimum besi yang diperbolehkan hanya 1,0 mg/liter. Sementara sebagian daerah di Indonesia ada yang melebihi 1,0 mg/liter, ini artinya air tersebut dapat membahayakan bagi kesehatan. Dampak yang ditimbulkan dari konsumsi besi yang berlebihan tidaklah seketika, tetapi dapat dirasakan sekian tahun ke depan. Beberapa penelitian membuktikan bahwa, kadar besi di dalam air yang melebihi ambang batas disinyalir dapat menyebabkan terjadinya penyakit ginjal, serta dapat mengendap di dalam hati, sehingga hati menjadi keras.
Demikian pula perasaan tidak nyaman akan kita rasakan bila mengkonsumsi air yang kadar besinya di atas ambang batas. Bagi pecandu minuman kopi atau teh, maka anda akan kecewa, karena air tersebut akan merubah rasa kopi atau teh tidak senikmat rasa aslinya,
Bagaimana Mendeteksinya ?
Sebenarnya tanpa kita sadari nenek moyang telah memperatekkannya, hanya saja mereka tidak mengerti, mengapa gori yang mereka belah setelah dicelupkan ke dalam air tiba-tiba menjadi hitam. Inilah jawabannya. Kita dapat mendeteksi kadar besi di dalam air dengan cara membelah gori menjadi beberapa bagian, kemudian salah satu bagiannya dicelupkan ke dalam air, apabila gori yang dicelupkan tersebut berubah warna menjadi hitam, maka air yang kita konsumsi nyata-nyata mengandung kadar besi. Hanya saja kita tidak dapat mengetahui secara detail nilai dari kadar besi tersebut, apakah air yang kita konsumsi di atas atau di bawah ambang batas.
Selamat Mencoba
Tags: Lingkungan · Wacana